Sony dilaporkan kecewa dengan penjualan dari Death Stranding

Ditulis Oleh Andy Thio

Sony dulunya benar-benar memberikan kepercayaan kepada Kojima Production untuk mengembangkan Death Stranding. Namun nampaknya penjualan dari game ini masih belum bisa membuat Sony berpuas diri.

Sekarang Sony berencana memberikan Kojima Production kesempatan mengembangkan game baru dengan IP terkenal dan budget kecil. Menurut laporan dari seorang moderator forum Resetera dengan nickname Dusk Golem, penjualan dari Death Stranding memang tidak begitu memuaskan.

Penjualan dari Death Stranding pada awalnya memang berjalan dengan baik, tapi sekarang penjualan game ini tampaknya sudah mulai berhenti. Bahkan dikatakan masih tersedia 3 juta kopi dari game ini yang masih belum terjual digudang.

Death Stranding Sony
(Image Credit: Kojima Production)

Untuk pengembangannya dari game ini sendiri juga dikatakan tidak berjalan dengan mulus. Game ini mengalami beberapa perombakan dari plot cerita sebelum benar-benar rilis dipasaran, dimana pada awalnya Death Stranding direncanakan dibuat bertema lebih gelap dan mengerikan.

Meskipun begitu, Sony diyakini masih memberi kepercayaan kepada Kojima Production untuk mengembangkan game Silent Hill nantinya. Sony yakin bahwasan dengan mengembangkan game franchise terkenal menggunakan budget kecil ditambah nama besar dari kojima akan memberikan mereka keuntungan yang besar nantinya.

Death Stranding sendiri adalah game action pertama dari Hideo Kojima setelah meninggalkan Konami 2015 silam. Game ini rilis pada bulan November 2019 untuk konsol Playstation 4. Game ini sempat menjadi hype diawal perilisannya dikarenakan nama besar dari Hideo Kojima, namun seperti yang dikatakan oleh rumor diatas, bahwasan penjualan dari game ini memang tidak sesuai ekspektasi dari Sony.

Meskipun laporan yang diberikan diatas hanyalah rumor, tapi ada beberapa poin yang diyakini memang fakta yang terjadi. Sebagai salah satu contoh adalah besarnya penjualan dari Death Stranding yang sampai saat ini masih dirahasia kan oleh Sony.

Source: Game World Observer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *